Bukan Tidak Tega, Tapi Terlalu Cinta!
www.iLuvislam.com
Editor : kasihsayang
Beratnya untuk melepaskan dia pergi. Selama ini, tangan ini yang membelainya. Selama ini, hati ini yang selalu bimbangkannya. Sejak suara tangisnya yang pertama, sejak ku laungkan azan di telinganya, aku begitu mengasihinya. Ya, dia adalah permata hatiku. Namun, dia bukan selamanya milikku….
Rumah ini, cuma persinggahan dalam perjalanannya menuju kedewasaan. Dan kini sudah hampir masanya kau pamit. Walaupun di hatiku tercalar sedikit rasa pahit, tapi siapalah aku yang boleh menahan perjalanan waktu? Siapakah aku untuk menahan realiti kedewasaan? Maafkan aku wahai anak…. Bukan aku tidak tega, tetapi kerana terlalu cinta!
Hatiku tertanya-tanya, apakah ada insan lain yang boleh menjaganya sepenuh hati. Sejak bertatih, aku melihat jatuh bangunnya tanpa rasa letih. Siapakah yang membalut luka hatinya dalam kembara itu nanti? Aku jauh……bila segalanya bertukar tangan, amanah akan diserahkan. Aku tahu saat itu aku mesti mula melepaskan. Itu satu hakikat.
Cinta seorang ayah bukan bererti mengikat..
Cinta bukan bereti mengikat… tetapi melepaskan, membebaskan. Kau umpama anak burung yang telah bersayap, telah mampu terbang membelah awan, meninggalkan sarang. Apakah aku terlalu dungu untuk terus membelenggu?
Puteriku… kau terpaksa ku lepaskan…. Apakah si dia mampu menyayanginya seperti aku? Ah, mengapa rasa curiga ini datang bertandang. Bukankah segalanya telah di putuskan sejak dia membisikkan bahawa hatinya telah diserahkan kepada ‘si dia’- lelaki pilihannya? Bukankah segala perbincangan musim lalu telah terungkai dan keputusannya telah dimeterai?
Namun… hati ayah…. Hati abah… pasti ada gundah. Sudah pasrah, tapi diguris goyah. Bolak-balik hati ini wahai anak… terlalu laju untuk dipaku.
Tepatkah plihanmu? Tepatkah keputusanku? Namun siapakah kita yang boleh membaca masa depan? Layakkah kita mengukur kesudahan di batas permulaan?
Sangka baik jadi penawar. Kau anak yang baik, insyaAllah pilihanmu juga baik. Tuhan tidak akan mengecewakanmu. Jodohmu telah ditentukan. Dan ketentuan Allah itu pasti ada kebaikan!
Kekadang, aku diserbu seribu pertanyaan. Apakah aku masih di hatinya setelah dia bersuami nanti? Atau aku hanya akan menjadi tugu kenangan yang dijengah sekali-sekala? Bukan, bukan aku membangkit, jauh sekali mengungkit…upayaku mendidikmu bukan suatu jasa. Itu hanya satu amanah.
Namun, ketika usia menjangkau senja, aku pasti semakin sepi…… aku akan mengulang-ulang kisah lama yang penuh nostalgia. Diulit oleh kenangan indah musim lalu, ketika dia begitu manja di sisi. Aku ingin mendengar lagi suaranya yang dulu-dulu. Mengadu tentang ini dan itu. Bercerita dan berkisah, dengan lidahmu yang petah dan lagak yang penuh keletah.
Pergilah. Aku rela. Allah bersamamu.
Doaku mengiringi setiap langkah di alam rumah tanggamu nanti. Moga si dia akan menjaganya seperti aku menjaga ibunya.umminya. aku akan bersangka baik. Justeru Allah itu menurut sangkaan hamba-hambaNya. Aku bersangka baik, insyaAllah, dia dan aku akan mendapat yang terbaik. Di situ, noktahlah kebimbangan hati seorang ayah. Seorang abah!
Sunday, March 14
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Popular Posts
-
pretty cool, pretty awesome huh? well, stilettos.. most ladies nowadays love to wear it. it makes women become taller, and have high confide...
-
i dont know what to write but i feel i wanna write something, and i think i only can write this thing assalamualaikum
-
Apa khabar jodohku? Berat rasanya kelopak mataku untuk tertutup. Bagaimana dengan kamu? Apa kamu selalu terbangun di sepertiga malam terak...
-
Time to time past, I am really lacking of idea to write on my own blog. maybe I've got so very busy with all my assignments and homework...
-
Ada seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh...
-
ramai yang tak sedar, setiap manusia ada PHD walaupun dorang belom lepas UPSR atau SPM lagi. sounds irrelevant? relevant laa.. percayalah ca...
-
Pertemuan kita di suatu hari Menitikkan ukhuwah yang sejati Bersyukurku kehadap Illahi Di atas jalinan yang suci Namun kini perpisahan yang ...
-
tintaku sufi, potretku kini hanya untukmu. sudah aku putarkan lagu2 indah di minda, sudah aku buaikan perasaanku dengan kenangan manis. ...
-
hello. i am home :) sungai buloh. well, yesterday was a happy day. * i assumed it as happy :) we went to pengkalan balak , melaka for a vaca...
-
Fadhilah Syakirin Binti Salim. the eldest in my sibling. she is 25 years old, and currently warded in Hospital Melaka, nak deliver second b...
No comments:
Post a Comment