Wednesday, September 19

andai aku masih bernafas esok hari

assalamualaikum..

pagini, hari ini, aku rindukan Sufi.
Sufi, semalam aku menangis sujud pada Ilahi, bersyukur atas apa yg aku ada hari ini.
Alhamdulillah.

tapi pagi ini, aku rasakan satu perasaan utk tinggalkan semua yg aku ada.
bukan aku tak hargai pemberian Tuhanku, Sufi.
kadang2, hati manusia lara berkecamuk. aku fikir utk melepaskan apa yg bkn aku punyai.
apa yg aku belum punyai.

tika ini, masa di kampus, aku sedang gelak ketawa, berjenaka bersama sahabatku.
kini, duduk di dalam pejabat, hanya PC aku hadap.
siapa aku mahu luahkan lara ni sufi?

dulu aku bisa punya teman yg mampu riangkan hati.
walau sebungkus gula2 coklat, mereka hulur tika aku bersedih.
"nah.. on happy mood."
itulah yg biasa aku katakan pada mereka tika bersedih.
"makan coklat, on happy mood."
sbnrnya bukan coklat yg mampu on happy mood, tapi ikhlas dan kasih seorang sahabat yg menghulurkan jalan penyelesaian ringkas tersebut utk kita terus tersenyum.

Sufi, banyak kali aku pinta,
"Oh Allah. jika kematian baik utk aku, maka matikanlah aku."
jelas aku masih bernafas harini. Allah Maha Mengetahui.
Kehidupan yg terbaik utkku.

oh Allah..
kalau dugaanMu inginkan aku meniti di atas titian kesabaran, aku berada di mana tika ini Allah?
sepertiga titian? atau aku hampir rebah jatuh menjunam ke bawah?
sakit ya Allah. tidak menanggung sakitku Allah.

aku belum cukup mencintaiMu,
mana mungkin aku mencintai hambaMu.
aku masih mencari redhaMu,
yg belum tentu aku dapat lihat walaupun dihadapkan di hadapan mataku.

kesal ya Allah.
kesal.
aku kesalkan kehidupan lalu, sekarang.
terimalah aku Allah.
pintaku ya Allah, matikanlah aku jika kematian lebih baik utkku.
Amin. ya Robbal Alamin.

No comments:

Popular Posts